Kenangan Masa Kecil Dan Masa Sekarang

Secarik Kertas

Selamat sore sahabat secarik kertas

Kemarin sore didepan rumah rame banget melihat anak-anak kecil pada maen petasan, Entah kenapa kenangan tentang masa kecil hadir dengan sendirinya di benak saya.

Entah kita sadari atau tidak, ternyata kenangan masa kecil kita (terutama generasi sepantaran saya atau 90an keatas.) Dibanding anak zaman sekarang ternyata jauh banget bedanya.

Tidak dapat dipungkiri, kalo dulu, waktu sering saya habiskan bersama keluarga, karena keluarga adalah sesuatu yang mutlak.
Dan ini adalah saat dimana anak merasa disayangi, membentuk rasa kekeluargaan, bahkan belajar hal-hal kecil dari keluarganya terlebih dahulu (tapi hal itu kalo malam saja soalnya kalo siang maen).

Tapi diantara sahabat Secarik kertas pasti sudah tahu kalo di zaman sekarang ini banyak ditemukan pengganti sang ibu alias babysitter. Bahkan tempat penitipan anak pun merupakan bisnis yang menggiurkan. Dan ini tidak mengherankan karena tuntutan ekonomi yang maha dahsyat mengakibatkan kedua orang tua harus bekerja mati-matian demi mencari nafkah. Tetapi mereka juga mungkin lupa, bahwa pemenuhan dari sisi psikologis anak juga sangat penting (walau tidak semua orang tua).

Tempat bermainku dulu adalah halaman rumah, rumah tetangga, sawah, dan lapangan hijau dengan semak belukar.

Tapi yang masih berasa adalah saat-saat mencari burung pakai ketapel selepas pulang sekolah, Atau mungkin yang takkan bisa terlupa sampai sekarang tentang kenakalan masa kecil dulu. Dimana sering memetik krai (sejenis timun) milik tetangga yang tak jauh dari lapangan sepakbola.

Tempat favorite bagi sebagian anak zaman sekarang, mungkin adalah mall atau pusat perbelanjaan yang ‘wahh’, tapi tidak buat anak-anak sepantaran saya,
Buat saya dan teman-teman kala itu adalah Lapangan Sepakbola…
Kenapa harus lapangan sepakbola sich Rick…
Yupz,,, betul bangetz.
Karena selain bisa maen bola juga bisa makan timun, semangka, stroberry, bakar jagung, bakar kacang atau buah yang lain.

Karena emang letak Lapangannya yang strategis deket sawah yang banyak aneka buah, tak heran jadi tempat favorite.
Hehe…

Mencoba membandingkan dengan suasana waktu masa kecil dulu dengan sekarang sungguh sangat jauh berbeda. Sekarang ruang publik habis untuk membangun perumahan dan perkantoran. Tak pelak tempat bermain anak terbatas dan berpindah ke mall dan tempat bermain berbayar lainnya.

Diantara sahabat secarik kertas, coba tanya mereka, apakah mereka tahu permainan tradisional? kapan terakhir mereka bermain kotor, bermain hujan, bermain hingga lupa waktu dan dimarahi orang tua? Kapan mereka berlari lari sambil tertawa terbahak bahak dengan teman? Mungkin anak anak akan menjawab bahwa mereka sibuk berbagai kegiatan les tambahan dan seabrek aktivitas yang membuat mereka lupa, bermain adalah masanya anak kecil.

Sebenarnya bermain juga mengajarkan banyak hal. Memperkaya wawasan tentang bermain itu sendiri, mengajarkan arti persahabatan dan bagaimana cara bersosialisasi dengan teman-teman.
Jadi, buat sahabat Secarik Kertas yang sudah punya anak, jangan sampai mereka merasakan masa kecil kurang bahagia.

Menyikapi anak zaman sekarang, Kalau kita perhatikan anak SD saja sudah pakai BB. Pemandangan ini sudah sangat umum dilihat (baca : lingkup tempat saya). Memang sich sisi positifnya mereka melek akan teknologi. Tapi dari sisi negatifnya mereka menjadi tidak peka terhadap sekelilingnya. Dan tentu jadi autis :p (apalagi kalau sudah dibuat nonton luna maya cs)
hehe,,_

Pada zamanku surat adalah alat komunikasi terbaik. Tidak lekang oleh waktu dan masih dapat dilihat hingga saat ini. Mulai dari surat izin sakit hingga surat cinta pernah saya tuliskan.
Sedangkan untuk HP, jangan harap karena hanya dimiliki segelontor orang saja. Teknologi yang paling canggih yang dapat saya temukan yaitu nintendo. Itupun harus bergantian mengantri bermain di rumah tetangga.

Pada akhirnya semua kembali kepada sang orangtua sebagai pendidik untuk memaksimalkan potensi sang anak serta lingkungan buat anak yang memadai untuk mereka tumbuh dan kembang. Yang jelas saya bersyukur lahir di jaman JADUL.

Kira kira kenangan apa lagi yah yang kita miliki? Mungkin sahabat Secarik Kertas mau menambahkan.

Iklan

Penulis: kangjum

My name Jumadi arya pratama I am from Indonesia Greetings for all the companion piece of paper wherever located

silahkan komentar disini :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s