Polri Tunggu Laporan Pihak yang Dirugikan Situs Berita Palsu

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Agus Rianto mengatakan, pihaknya telah menelusuri beberapa situs yang diduga merupakan portal berita palsu. Namun, kata Agus, hingga saat ini belum ada laporan dari pemilik situs yang asli sebagai pihak yang dirugikan.

Kita kalau mau tahu itu palsu tentu ada aslinya kan. Yang asli kan yang memiliki. Apakah benar mereka dipalsukan atau tidak, kita belum bisa pastikan karena belum ada laporan ke kita,” kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (30/7/2014).

Meskipun belum mendapatkan laporan, imbuh Agus, pihaknya tetap menelusuri informasi yang masuk untuk kemudian dianalisis. Namun, ia enggan menyimpulkan bahwa situs-situs tersebut palsu sebelum adanya laporan resmi dari pemilik situs yang asli.

Proses penyidikan atau penyelidikan lebih lanjut kan perlu data pendukung, yaitu laporan atau pengaduan sehingga data kita miliki secara lengkap,” ujarnya.

Agus pun belum dapat memastikan apakah pelaku di balik munculnya situs palsu tersebut dapat dikenakan pidana atau tidak selama belum ada laporan dari pihak yang merasa dirugikan. Jika terbukti situs tersebut palsu, kata Agus, pelaku dapat dijerat pidana umum dengan dugaan pemalsuan.

Kalau pemalsuan bisa pidana umum, pemalsuan keadaan, keterangan, dan situasi. Sementara apakah undang-undang lain seperti ITE, kita belum bisa melangkah lebih lanjut karena kita belum dapat laporan,” ujar Agus.

Lebih jauh, Agus mengimbau kepada pemilik situs asli yang merasa situsnya dipalsukan dan dirugikan dengan munculnya situs-situs tersebut untuk segera melaporkannya ke polisi agar dapat ditindaklanjuti. Ia menambahkan, jangan sampai kabar palsunya situs-situs itu hanya ramai di dunia maya yang justru akan memunculkan ketidakpastian informasi yang beredar di masyarakat.

Kita perlu keterangan dan data pendukung dari pemilik situs (asli) itu sendiri karena situs palsu ini kan bisa dibuat oleh siapa saja kapan saja dengan tujuan bermacam-macam,” pungkasnya.

Informasi saja, setidaknya ada 10 situs berita dalam jaringan internet Indonesia dipalsukan untuk penyebaran informasi fiktif, bahkan fitnah. Dari pengecekan dan penelusuran, situs-situs yang dibajak itu dikelola media massa arus utama, yakni Antaranews.com, Beritasatu.com, Detik.com, Inilah.com, Kompas.com, Liputan6.com, Merdeka.com, Republika.com, Tempo.co, dan Tribunnews.com. Sepuluh situs tersebut dipalsukan dengan menambahkan ” –news.com” di akhir alamat asli situs. Misalnya, http://www.kompas.com merupakan alamat situs asli, sedangkan setelah dipalsukan menjadi http://www.kompas.com–news.com.

sumber : kompas.com

Iklan

Penulis: kangjum

My name Jumadi arya pratama I am from Indonesia Greetings for all the companion piece of paper wherever located

2 thoughts on “Polri Tunggu Laporan Pihak yang Dirugikan Situs Berita Palsu”

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, jhuanita tryaz…

    Zaman teknologi mutakhir ini memaparkan tentang kebijakan manusia dalam mengeksplotasi kemudahan ICT yang dianggap mampu melakukan apa sahaja jenayah siber. Tanpa menghiraukan sensitiviti yang mungkin timbul di kalangan masyarakat setempat atau dunia menunjukkan semakin merudumnya nilai moral yang tidak bertanggungjawab.

    Siasatan dan tindakan perlu dilakukan untuk membendung gejala yang boleh merosak pemikiran manusia dan membawa kepada tidak amannya masyarakat mesti diambil segera. Pihak kerajaan/pemerintah mesti bertindak sebelum keadaan semakin parah sehingga merosakkan norma-norma masyarakat ketimuran dan agama yang dianuti. Kita perlu merasa bimbang dengan masalah seperti ini.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    Suka

    1. wa’alaikum salam wr wb
      di era moden dengan tekhnologi yang serba canggih, membuat semua orang mudah menjangkau rangkaian internet dan termasuk jenayah siber.

      untuk usaha mencegah, dalam hal ini, pihak berkuasa sedang menunggu laporan dari laman portal yang merasa dirugikan.

      salam ceria juga buat akak

      Suka

silahkan komentar disini :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s