Haruskah Aku Membenci Dia

selamat malam sahabat secarik kertas?

Cinta sama benci kayaknya emang bedanya tipis banget ye (betul ga sich).

Dulu, ketika pertama denger, temenku benci sama seseorang yang pernah dia pacarin atau lebih tepatnya ‘mantan’. Aku jadi merasa aneh dan membuatku berfikir-fikir sendiri, kok bisa gtu yee?

Tapi, setelah ngerasain sendiri yang namanya jatuh cinta, aku baru sadar dan mengiyakan ‘apa yang pernah terjadi pada temanku dulu’.

Semua itu berawal dari rasa kangen dan rindu, tapi pacarku malah nggak bisa dihubungin gara-gara sibuk sendiri dengan teman-temannya (aku bisa bilang begitu karena aku tahunya setelah keesokannya) dan hal itu membuatku benci sama dia.

Bukan karena tanpa alasan aku benci sama dia. Disaat dia butuh ‘aku’ harus ada tapi disaat aku rindu, yang ada malah sebaliknya.

Ketika perasaan yang sudah memuncak pada tingkat akhir, aku memutuskan untuk mengganti rasa kangen dengan rasa benci, agar aku bisa sedikit lebih tenang (padahal aslinya mah enggak tenang).

Terkadang, kalau kita merasa cinta dan sayang yang berlebihan, bisa merubah cinta jadi benci apalagi kalau segala sesuatu yang terjadi di luar kemampuan kita, atau enggak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Mungkinkah aku patut membenci dia?

Iklan

Penulis: kangjum

My name Jumadi arya pratama I am from Indonesia Greetings for all the companion piece of paper wherever located

3 thoughts on “Haruskah Aku Membenci Dia”

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Kangjum…

    Biasanya kebencian akan wujud apabila di hati penuh prasangka jika tidak dirungkai dengan benar. Cinta selalu terwujud oleh sayang yang bisa membuat kita “melayang-layang” dalam buaiannya. Dek kerana sayanglah, maka benci akan muncul disebabkan cemburu. Namun benci dalam cinta itu akibat dari rasa rindu yang dipendam.

    Jika boleh, jangan sampai membenci kerana yang dibenci itu, dulunya mati-mati sangat disayangi dan dicintai.
    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. :

    Suka

silahkan komentar disini :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s