Sepekat Kopi Hitamku

Sabtu malam yang terang, dalam serbuk yang mulai terurai.
Hitam dan beraroma khas itulah dia.
Kopi sederhana racikan dari tanganku sendiri.

Aku memang tak perlu kopi manis, hanya perlu beberapa pekat rasa pahit yang kemurniannya tanpa ku sembunyikan dengan gula.

Aku bukanlah penikmat kopi sesungguhnya, yang memiliki sisi manis tanpa gula. Kopi yang dalam kepahitannya selalu ada manis disana. Aku hanya penikmat hitam pekatnya bukan penikmat pahitnya. Dan aku tidak ingin membawamu dalam lingkar selera hitamku. Aku tidak perlu menarikmu masuk dalam hitam pekatku, cukup berbagi rasa yang sedikit berbeda. Aku tidak akan berusaha menarikmu dengan kepekatanku. Walau hitam pekatku penarik inspirasiku.

Kopi memang hitam, tapi dalam kepekatannya aku melihat segurat harapan,secercah cahaya untuk lusa yang belum tercipta, dan terkadang ada bayangan yang tak kujumpai tanpa menikmati sesap hitam pekatmu. Dan mungkin itu wajah inspirasiku.

Iklan

Penulis: kangjum

My name Jumadi arya pratama I am from Indonesia Greetings for all the companion piece of paper wherever located

14 thoughts on “Sepekat Kopi Hitamku”

silahkan komentar disini :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s