Kami Terabaikan

Lihatlah aku Tuhan,,
Aku kakak yang kini adikku malang
Aku kakak yang kini adikku gelandangan
Ibuku hilang,,,
Ayahku pecundang,,,
Kami kakak beradik yang dewasa
Walau kami hidup karena mereka
Tapi raga kami bukan milik mereka
Walau mereka memiliki kewajiban untuk kami,
Tapi mereka tidak memiliki hak untuk kami,
Kami hanya titipan yang terabaikan
Titipan yang tidak pernah dijaga benar,

Kami wajib dewasa sekarang,
Karena itu yang tetap membuat kaki kami berdiri,
Kami wajib berjuang sekarang
Karena itu yang membuat kami tetap makan,
Ibu-ibu yang malang
Bapak-bapak yang pecundang
Mereka tetap orang tua kami
Yang mau tidak mau harus diakui
Bahwa terlahir karena mereka
Tapi hidup karena diri sendiri
Dan mati karena Tuhan

Tulisan ini terinspirasi dari dua kakak beradik, pengamen yang saya temukan dipersimpangan jalan lampu merah surakarta. Kakaknya laki-laki 7 tahun dan adiknya perempuan 3 tahun. Pengamen yang hidup hanya berdua, mereka tidak tahu keberadaan orang tuanya.

Iklan

Penulis: kangjum

My name Jumadi arya pratama I am from Indonesia Greetings for all the companion piece of paper wherever located

One thought on “Kami Terabaikan”

silahkan komentar disini :-)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s